Banyak
yang berharap, begitu banyak yang memohon
Namun
tak akan pernah terwujudkan
Ia
tak akan pernah kembali
Maju
hanyalah pilihannya tak ada kata mundur dalam kamusnya,
Begitu
juga dengan berhenti
Tak
pernah berlari, selalu bergerak dalam irama yang sama
Nada-nadanya
ketika bergerak selalu sama, merdu namun memabukan
Banyak yang menangis tak jarang pula
yang tertawa,
Saat ia telah jauh sebagian jatuh
bangun mengejarnya berharap kan ada penebusan
atas kesia-siaan yang telah
diperbuat.
Tapi seperti yang diduga ia tak
peduli ia tetap bergerak maju,
Bagi orang yang tertawa bahagia, tak
jua ia menunggunya
Merekalah yang selalu mengejarnya,
berusaha agar ia tak berlalu begitu saja
Bagian darinya sangat berharga bagi
mereka
Karenanya
ketika ia menjauh mereka hanya bisa tertawa bahagia mengantarkannya untuk tetap
maju.
Mereka
yang tertawa tak pernah mengharapnya untuk kembali
Mereka
yang tertawa selalu berjalan sejajar dengannya, tak pernah tertinggal
Tak
pernah pula mendahului
Sedang mereka yang menangis hanya
bisa meratap
Tak akan ada yang bisa diperbuat
Karena ia terlanjur pergi tak mau
kembali bahkan untuk menengok ke belakang
Ia tak akan sudi
Ah,
membicarakanya memang hanya membuat hati gundah gulana
Menyudutkan
pada perenungan tak berujung
Akankah
aku ikut menangisis kepergiannya
Atau
justru tertawa, berjalan beriringan bersamanya
Aku
tak tahu, biarlah ia sendiri yang menjawabnya
Lewat
nada-nada indah yang selalu sama
Tic-tak
tic tak
Tidak ada komentar:
Posting Komentar