Rabu, 21 Oktober 2015

Waktu



Banyak yang berharap, begitu banyak yang memohon
Namun tak akan pernah terwujudkan
Ia tak akan pernah kembali
Maju hanyalah pilihannya tak ada kata mundur dalam kamusnya,
Begitu juga dengan berhenti
Tak pernah berlari, selalu bergerak dalam irama yang sama
Nada-nadanya ketika bergerak selalu sama, merdu namun memabukan
Mematikan bagi yang tak pernah menyadarinya.
            Banyak yang menangis tak jarang pula yang tertawa,
            Saat ia telah jauh sebagian jatuh bangun mengejarnya berharap kan ada penebusan
            atas kesia-siaan yang telah diperbuat.
            Tapi seperti yang diduga ia tak peduli ia tetap bergerak maju,
            Bagi orang yang tertawa bahagia, tak jua ia menunggunya
            Merekalah yang selalu mengejarnya, berusaha agar ia tak berlalu begitu saja
            Bagian darinya sangat berharga bagi mereka
     Karenanya ketika ia menjauh mereka hanya bisa tertawa bahagia mengantarkannya untuk tetap maju.
Mereka yang tertawa tak pernah mengharapnya untuk kembali
Mereka yang tertawa selalu berjalan sejajar dengannya, tak pernah tertinggal
Tak pernah pula mendahului
            Sedang mereka yang menangis hanya bisa meratap
            Tak akan ada yang bisa diperbuat
            Karena ia terlanjur pergi tak mau kembali bahkan untuk menengok ke belakang
            Ia tak akan sudi
Ah, membicarakanya memang hanya membuat hati gundah gulana
Menyudutkan pada perenungan tak berujung
Akankah aku ikut menangisis kepergiannya
Atau justru tertawa, berjalan beriringan bersamanya
Aku tak tahu, biarlah ia sendiri yang menjawabnya
Lewat nada-nada indah yang selalu sama
Tic-tak tic tak
    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar