Malam
ini sama seperti malam-malam yang sebelumnya
Dingin
menusuk tulang
Meski
angin tak bertiup kencang, meski gemintang dan bulan bersemangat menerangi
langit
Aku
tetap meringkuk memeluk kesendirian
Bilapun
cahaya bulan purnama menerangi pun tak mampu menghangatkanku
Jiwaku
sudah terlanjur membeku menjadi gletser yang tidak dapat dicairkan
Kesendirian ini telah membekukan
segala jiwaku
Mentari yang seharusnya mampu
mencairkan gletser itu telah padam untuk selamanya
Menghilang ditelan gerhana total
yang mengerikan
Gelap gulita
Andaikan
bulan purnama datang
