Bulan
membulatkan mata. Ia tidak percaya Rembu mengajaknya pergi dari rumah. Padahal
kemarin malam ia menolaknya saat Bulan meminta Rembu membawanya pergi. Rembu
pun sangat tidak percaya ia mengajak Bulan pergi tanpa restu orang tuanya.
Rupanya rasa cintanya pada Bulan sudah mengalahkan akal sehatnya. Rembu tidak
mau kehilangan Bulan, karena itu ia harus mengambil keputusan.
“ Rembu kamu serius?” tanya Bulan.
Rembu mengangguk cepat. Ia kemudian membuka lebar lengannya meminta Bulan turun
dari kamarnya. Tanpa pikir panjang Bulan keluar dari kamarnya melalui jendela.
“ Kamu beneran mau bawa aku pergi?”
Bulan bertanya. Memastikan. Rembu mengangguk. Ia tidak mau Bulan hilang dari
pandangan matanya. Ia ingin terus bersama Bulan. Rembu menggandeng tangan Bulan
membawanya pergi dari rumah. Bulan tidak menolak. Ia bahkan tersenyum bahagia.
Bisa bersama Rembu adalah hal terindah baginya. Bulan tidak peduli apapun lagi.
Namun sepertinya nasib tidak
berpihak baik pada Bulan maupun Rembu. Saat berusaha keluar dari rumah, ayah
Bulan memergoki mereka. Ayah Bulan sangat murka melihat putri semata wayangnya
dibawa oleh lelaki yang tak dikenal. Ayah Bulan mengajak Surya yang saat itu
masih di rumah untuk mengejar Bulan dan Rembu. Bulan dan Rembu yang tahu kalau
ayah Bulan dan Surya mengejar mereka, berlari lebih kencang.


